![]() |
| Rumah Peribadatan Ahl Kitab |
Baik
Yahudi maupun Nasrani menurut informasi al-Quran keduanya telah mengubah aqidah
tauhid dengan keyakinan yang berbau Syirik Meskipun demikian para pakar
al-Quran menyatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara keyakinan Yahudi
dan Nasrani dalam hal tersebut kenyataan demikian didasarkan pada kenyataan
bahwa paham Uzair sebagai Putra Allah
tidak berlaku secara umum di kalangan orang Yahudi melainkan sebatas dianut
oleh Yahudi Arab.
Thabathaba'i menyatakan bahwa pengertian Uzair Putra Allah bagi kaum Yahudi bukanlah dalam arti sebenarnya sebagaimana halnya kaum Nasrani yang mengatakan Al masih anak Allah kata-kata itu hanyalah kiasan sebagai penghormatan kepada uzair yang berjasa besar dalam kodifikasikan dan mengedit kembali Taurat setelah naskah-naskah nya hancur di saat nebucard, nezar Raja Babilonia menyerang Jerusalem.
Kedudukan Nabi Isa sebagai anak Allah dalam Nasrani berbeda dengan kedudukan uzair sebagai anak Allah dalam Yahudi sebagaimana yang telah diuraikan bagi orang-orang Nasrani Nabi Isa dipandang bukan sekedar sebagai orang yang mendapat anugerah dan dipilih Allah melainkan sebagai orang yang memiliki unsur ketuhanan ia didudukkan sebagai salah satu unsur Ketuhanan yang harus diimani dengan perkataan lain Nabi Isa adalah Tuhan hal demikian dapat diketahui melalui pengakuan iman rasuli mereka yang berbunyi saya percaya akan Yesus Kristus Anak Allah yang tunggal Tuhan kita yang diterima dari roh suci diperanakkan dari anak darah yaitu Maria. makanya tidak mengherankan kalau kecaman terhadap orang-orang Nasrani dalam hal akidah lebih banyak diungkapkan dalam al-Quran dibandingkan dengan kecaman terhadap orang-orang Yahudi.
Dalam hal aqidah agama Nasrani mengalami perubahan cukup parah dibandingkan Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak hanya sebatas pada pengakuan bahwa Nabi Isa adalah anak Allah Tetapi sudah sampai pada mempertuhankan nya karena itu al-quran secara tegas menyatakan bahwa orang-orang yang menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan telah menjadi kafir termasuk paham Trinitas dalam agama Nasrani padahal kepercayaan seperti itu tidak pernah diajarkan Nabi Isa.
source:
Prof. Dr. H. Muhammad Galib M., M.A (AHL-KITAB).

Kalau sikap ahl kitab terhadap muslim bagaimana?
BalasHapus